Jurnal Refleksi PPL 1

 

JURNAL REFLEKSI

SEMINAR PPG

 

Oleh : Nafisah Falcata Devy

221135332

 

Nama Matakuliah

PPL 1

Review pengalaman belajar.

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan mata kuliah inti yang harus ditempuh oleh mahasiswa PPG Prajabatan untuk mengembangkan dan memperkuat kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik professional di sekolah. PPL ini dimaksudnya untuk mempraktikan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran di sekolah mitra.

Pengalaman belajar dari PPL ini adalah memiliki pengalaman nyata dan kontekstual dalam menerapkan seperangkat pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan materi bidang studi secara utuh. Pengalaman dalam kegiatan PPL ini adalah pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Mahasiswa juga belajar tentang mengasah keterampilan berefleksi yang merupakan salah satu atribut dari guru abad 21.

Kegiatan PPL di semester 1 dilaksanakan kurang lebih 3 bulan. Di SD Kanisius Demangan Baru 1. Kegiatan dimulai dari ;

Orientasi PPL 1

Kegiatan orientasi PPL 1 dilaksanakan di sekolah. Pengalaman belajar pada kegiatan ini yaitu, mahasiswa melaksanakan orientasi dengan guru pamong, kepala sekolah dan dosen pembimbing. Materi dalam orientasi ini adalah hal hal yang harus dilaksanakan selama praktek PPL. Mahasiswa juga melakukan perkenalan terhadap peserta didik dan pembagian peran serta kelas praktek mengajar.

Observasi PPL 1

Pengalaman pembelajaran selanjutnya dalam orientasi ini adalah melakukan observasi. Mahasiswa belajar tentang keterampilan menangkap dan memaknai kejadian, fenomena dan gejala yang nampak selama proses pembelajaran. Selain itu mahasiswa juga belajar tentang lingkungan akademik dan non akademik di sekolah tempat PPL 1.

Dalam observasi ini mahasiswa melakukan diskusi tentang kesulitan, hambatan, tantangan serta solusi saat observasi. Selanjutnya mahasiswa menyusun laporan observasi. Laporan observasi berupa hasil pengamatan terhadap karakteristik peserta didik, perangkata pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan non akademik, manajemen sekolah dan lingkungan belajar. Observasi dilakukan dengan mengisi table yang telah disediakan dalam LMS.

Asistensi Mengajar PPL 1

Asistensi mengajar merupakan kegiatan yang membantu guru pamong melaksanakan tugas keguruan di sekolah. Pengalaman belajar yang didapatkan pada kegiatn ini adalah mahasiswa dapat sedikit mengambil peran guru dalam melaksanakan setiap pembelajaran. Dimulai dari kooridnasi dengan guru kelas tentang tugas yang diberikan guru kelas. Mahasiswa juga melakukan pencatatan dan dokumentasi semua bentuk kegiatan asistensi mengajar yang dilakukan. Seluruh hasil asistensi berupa catatan, dokumentasi dan rencana tindak lanjut, disusun dalam sebuah laporan yang kemudian diunggah ke dalam LMS.

Praktik Pembelajaran Terbimbing PPL 1

Praktik pembelajaran terbimbing 1 berupa pengalaman belajar mahasiswa berlatih mengajar di bawah bimbingan intensif gur pamong dan DPL. Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan 3 siklus praktik pembelajaran terbimbing dengan menggunakan format yang sudah diajarkan. Kegiatan ini dilakukan dengan menetapkan kelas yang akan digunakan, mata pelajaran yang akan diajarkan. Melalui hasil observasi, mahasiswa menyusun perangkat pembelajaran.

Refleksi pengalaman belajar yang dipilih

Refleksi pengalaman belajar yang terpilih pada kegiatan refleksi PPL 1 ini adalah kegiatan tentang Praktik Pembelajaran Terbimbing PPL 1. Praktik pembelajaran saya laksanakan sebanyak 3 kali di kelas 1A yang memiliki karakteristik sangat beragam dan keaktifan kelas yang luar biasa. Topik tentang praktik pengalaman belajar ini penting untuk dipelajari karena sebagai bekal sebagai calon guru untuk menghadapi sebauh kelas di masa yang akan dating. Melalui pengalaman praktik inilah kemudian kita dapat mengembangkan diri dan belajar bagaimana mengatasi kelas dengan kondisi yang sangat luar biasa.




Strategi yang diimplementasikan pada kegiatan in iyaitu mulai dari membuat perencaaan untuk praktek pembelajaran pada sikus 1 yang berupa RPP, bahan ajar, media pembelajaran, alat evaluasi. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan pelaksanan pembelajaran dan melakukan refleksi serta tindak lanjut.

Pembelajaran yang digunakan dalam praktek terbimbing siklus 1 adalah pembelajaran tematik. Sebalum pelaksanaan pembelajaran, setiap perangkat pembelajaran yang dibuat mahasiswa, dikonsultasikan terlebih dahulu kepada guru pamong, guru kelas dan dosen pembimbing lapangan. Perangkat yang telah direvisi maka digunakan untuk praktek pembelajaran. Persiapan dimulai dengan pembuatan media dan pembuatan reward untuk meningkatkan minat peserta didik. Hal ini merupakan salah satu strategi untuk mengelola kelas supaya lebih kondusif dan terfokus pada pembelajaran.

Selama praktik 1A saya harus dapat mencari dan menggunakan berbagai maca strategi karena melihat kondisi kelas yang sangat aktif. Saya perlu benar benar memahami karakteristik peserta didiknya supaya dapat menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat diikuti oleh peserta didik. Menggunakan media yang menyenangkan, ice breaking serta reward, menurut saya merupakan strategi yang penting karena ini akan membantu dalam mengelola kelas.

Analisis artefak pembelajaran

 

Pembelajaran yang digunakan dalam praktek terbimbing siklus 1 adalah pembelajaran tematik. Pembelajaran dilaksanakan pada Hari Rabu, 3 Februari 2023 jam pelajaran pertaama dan kedua. Pembelajaran dimulai dengan pendahuluan yaitu membuka kelas, mengecek kehadiran peserta didik, melakukan apersepsi dan menyampaikan tema pelajaran yang akan dipelajari. Pada kegiatan inti, guru memancing peserta didik untuk membandingkan dua gambar yang berbeda. Dilanjutkan diskusi menanyakan bagaimana seharusnya keadaan rumah yang bersih dan apa akibatnya jika rumah tidak bersih. Guru melakukan penguatan dengan menyebutkan sikap sikap yang dilakukan peserta didik untuk menjaga kebersihan rumah. Aktivitas yang terjadi saat kegiatan inti adalah peserta didik menuliskan kegiatan di rumah yang pernah dilakukan untuk menjaga kebersihan rumah lalu membacakan di depan kelas. Kegiatan untuk mengidentifikasi dengan menempelkan kartu pada salah satu gambar yang disediakan di depan.

Kegiatan inti dalam pelajaran matematika dimulai dengan mengidentifikasi pengurangan pada soal cerita. Guru mengajak peserta didik memecahkan masalah yang ada di dalam cerita. Dalam menyampaikan konsep pengurangan bersusun pendek guru menampilkan peraga konkret untuk mencontohkan pengurangan bersusun pendek. Peserta didik bergantian untuk maju ke depan mencoba peraga. Media yang kedua yaitu berbasis games dengan beberikan hiasan kepala berangka dan meminta berkelompok untuk menyusun pengurangan.  Setiap pelajaran peserta didik mengerjakan LKPD dan di akhir pelajaran peserta didik mengerjakan soal evaluasi. Kegiatan penutup yaitu dengan refleksi dan memberikan motivasi kepada peserta didik.

Pembelajaran yang digunakan dalam praktek terbimbing siklus 2 adalah pembelajaran tematik. Pembelajaran dilaksanakan pada Hari Rabu, 22 Februari 2023 jam pelajaran kelima dan keenam. Pembelajaran dimulai dengan pendahuluan yaitu membuka kelas, mengecek kehadiran peserta didik, melakukan apersepsi dan menyampaikan tema pelajaran yang akan dipelajari. Kegiatan pendahuluan dimulai dengan mengucapkan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran. Untuk memancing peserta didik terhadap kemampuan awal maka dilakukan apersepsi tentang Pancasila yaitu sila ketiga dan lambangnya. Kemudian disampaikan pelajaran yang akan dipelajari pada hari itu.

Kegiatan inti dimulai dengan menyajikan gambar menjaga lingkungan sekolah dan peserta didik mengamati gambar dan menyebutkan kegiatan yang terlihat dari gambar kemudian diberikan penjelasan tentang hubungan gambar dengan sila ketiga Pancasila. Mengajak peserta didik untuk bernyanyi merupakan kegiatan yang dilakukan supaya mereka dapat fokus dalam memperhatikan guru. Lagu yang dinyanyikan adalah lagu Garuda Pancasila. Kemudian guru melakukan diskusi dengan peserta didik tentang lambang sila ketiga dan untuk memperkuat konsep mengenai makna Pohon Beringin, maka guru menampilkan video Makna Pohon Beringin. Peserta didik mengetahui makna pohon beringin dijadikan symbol sila ketiga dan sikap sikap yang sesuai dengan pengamalan sila ketiga Pancasila.

Kegiatan matematika dimulai dengan menimbang berat benda dengan tangan masing masing kemudian membandingkan beratnya. Setelah dapat membedakan berat benda dengan tangan, lalu peserta didik menimbang dengan media yang telah disediakan yaitu hanger, kresek dan koin. Peserta didik secara berkelompok mengerjakan LKPD tentang membandingkan berat benda. Pada kegiatan penutup dilakukan refleksi untuk mengetahui perasaan peserta didik dan bagaimana pemahaman mereka dalam pembelajaran. Kemudian memberikan motivasi untuk terus belajar di rumah dan membaca buku. Pertemuan diakhiri dengan salam.

Pembelajaran yang digunakan dalam praktek terbimbing siklus 3 adalah pembelajaran tematik. Pembelajaran dilaksanakan pada Hari Rabu, 15 Maret 2023 di kelas 1A dimana kelas tersebut diampu oleh guru kelas Bu Alfonsa Mintarti, S.Pd. Praktik dilaksanakan pada jam pertama dan kedua yaitu pukul 07.30 – 08.40. Pembelajaran dimulai dengan pendahuluan yaitu membuka kelas, mengecek kehadiran peserta didik, melakukan apersepsi dan menyampaikan tema pelajaran yang akan dipelajari. Saat praktik, pembelajaran yang disampaikan adalah materi pembelajaran Bahasa Indonesia tentang membuat kalimat benda hidup dan tak hidup dan matematika tentang lambang bilangan dan nama bilangan.

Pada kegiatan inti guru memulai dengan mengajak peserta didik untuk membedakan benda hidup dan tak hidup. Guru menyajikan gambar gambar benda benda di lingkungan sekitar, tentang benda benda hidup dan benda benda tak hidup. Peserta didik secara berkelompok menggunting dan menempelkan pada lembar kerja peserta didik. Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi perbedaan yang ada pada benda hidup dan tak hidup melalui gambar gambar yang ditempel. Kemudian guru menguatkan konsep tentang ciri ciri benda hidup dengan mngaitkan pada gambar. Setelah semua gambar ditempelkan, kemudian guru meminta peserta didik menyebutkan benda benda hidup dan tak hidup yang telah mereka tempelkan dan mengoreksi bersama apakah gambar yang ditempelkan sudah tepat atau belum.

Setelah mengetahui ciri ciri benda hidup dan tak hidup, kemudian guru mengajak peserta didik untuk menulis kalimat pada lembar kerja yang disediakan. Peserta didik menulis kalimat berdasarkan gambar yang tersedia. Gambar yang disediakan berupa gambar kegiatan tentang benda hidup dan tak hidup.

Kegiatan inti pada mata pelajaran matematika dilakukan dengan mengenalkan lambang bilangan dan nama bilangan melalui media PPT. Kemudian guru mengajak peserta didik untuk melakukan pembelajaran dengan basis permainan. Melalui kelompok yang telah dibentuk, guru mengajak peserta didik untuk bermain sambil belajar. Guru memanggil peserta didik satu orang perwakilan setiap kelompok untuk mengambil kertas gulung yang telah disiapkan oleh guru. Peserta didik langsung kembali ke kelompok untuk menyelesaikan soal yang ada di kertas dalam waktu 2 menit. Jika dalam waktu 2 menit belum selesai, maka akan dilanjutkan pada soal selanjutnya.

Setiap materi guru memberikan LKPD untuk lembar yang dikerjakan peserta didik dan setiap peserta didik mengerjakan LKPD dan soal evaluasi yang telah diberikan. LKPD ada yang berbentuk kerja kelompok dan ada yang berbentuk individu. Diakhir pembelajaran guru memberikan reward bagi peserta didik yang sudah berani maju dan menjawab pertanyaan guru.

Pembelajaran bermakna (good practices)

Pembelajaran bermakna yang diperoleh dari aktivitas refleksi diri terhadap pengalaman belajar mata kuliah ini yaitu bagaimana saya dapat belajar mengajar secara langsung di sekolah. Dalam praktik pembelajaran ini saya menemui beberapa kesulitan dan hambatan, yaitu kesulitan dalam mengelola kelas 1A yang memiliki kondisi peserta didik yang sangat aktif. Adanya peserta didik yang senang mengganggu temannya, membuat praktik pembelajaran menjadi kurang maksimal dan selalu melebihi waktu karena guru yang harus mengkondisikan kelas dan mengatasi siswa tersebut berkali kali.  Beberapa kesulitan dan hambatan yang didapatkan di sekolah khususnya di kelas 1A inilah yang kemudian dapat menjadi refleksi dan rencana tindak lanjut untuk merencanakan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Seperti merencanakan penggunaan media pembelajaran yang berbasis audio visual, saya membuat video untuk menyampaikan materi pembelajaran symbol sila ketiga, kemudian seperti dalam pembuatan LKPD, yang sebelumnya dalam setiap kelompok hanya menggunakan 1 LKPD, maka melalui praktek sebelumnya saya dapat merubahnya untuk meskipun kelompok, setiap individunya tetap mengerjakan, kemudian pemberian reward sebagai apresiasi seperti pemberian sticker dan bintang. Selain itu, melalui beberapa kejadian di kelas saat praktik pembelajaran, dapat menjadikan pembelajaran bagi saya supaya dapat menghadapi dan mengatasi berbagai macam karakteristik peserta didik yang mungkin akan ditemui di tempat lainnya.

Melalui praktek praktek yang sudah dilakukan saya akan lebih merencanakan pembelajaran yang lebih matang, menyiapkan media yang sesuai dengan karakter dan kondisi kelas. Dengan perencanaan yang lebih baik dan persiapan yang matang, maka akan dapat mengatasi peserta didik dengan lebih maksimal. Hal ini akan menjadi bekal saya lebih dalam untuk menganalisis kondisi kelas dan menelaah hal yang disenangi setiap peserta didik. Melalui kegiatan yang menyenangkan dan beberapa kegiatan seperti ice breaking dan reward, saya lebih merasakan kondisi kelas yang lebih baik dan kondusif, selain itu perubahan yang terjadi pada peserta didik juga berupa memiliki semangat belajar yang lebih dan minat belajar yang tinggi.  

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Refleksi Bahasa Inggris

Jurnal Refleksi PSE

Jurnal Refleksi PK 2